International Space Station, ISS
ISS merupakan projek gabungan dari 16 negara: AS, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil dan 11 negara dari Uni Eropa. Dan agensi luar angkasa mereka adalah NASA Amerika, Russian Federal Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Canadian Space Agency (CSA/ASC), Brazilian Space Agency (AgĂȘncia Espacial Brasileira) (AEB) dan European Space Agency (ESA).
Stasiun luar angkasa ini terletak di orbit sekitar Bumi dengan ketinggian sekitar 360 km, sebuah tipe orbit yang biasanya disebut orbit Bumi rendah. (Ketinggian persisnya bervariasi sejalan dengan waktu sekitar beberapa kilometer dikarenakan seretan atmosfer dan "reboost". Stasiun ini, rata-rata, kehilangan ketinggian 100 meter perhari.) Dia mengorbit Bumi dengan periode 92 menit; pada 1 Desember 2003 dia telah menyelesaikan 33.500 orbit sejak peluncurannya.
Dia utamanya dilayani oleh Pesawat ulang-alik, dan Soyuz dan Pesawat luar angkasa Progress. Pada 2005 dia masih dalam pembuatan dan berkapasitas 3 awak. Sejauh ini, seluruh awak tetap datang dari program luar angkasa Rusia atau AS. Tetapi ISS telah dikunjungi oleh banyak astronot, beberapa dari mereka bukan dari dua negara di atas (dan juga oleh 2 turis luar angkasa).
Nama "Stasiun Luar Angkasa Internasional" (disingkat "MKS" dalam bahasa Rusia) menandakan sebuah penyelesaian netral mengakhiri perselisihan pendapat tentang namanya. Awalnya ingin dinamakan "Stasiun Luar Angkasa Alpha" namun ditolak oleh Rusia, karena akan dikira stasiun itu adalah sesuatu yang baru, namun Uni Soviet telah mengoperasikan delapan stasiun orbital jauh sebelum ISS diluncurkan (lihat Stasiun Luar Angkasa). Usulan Rusia kepada namanya adalah "Atlant" ditolak oleh Amerika Serikat karena khawatir kemiripan nama dengan Atlantis, nama benua legenda yang tenggelam ke lautan. Penggunaan Atlantis juga akan menyebabkan kebingungan dengan Pesawat ulang alik Atlantis.
Sejarah
Awalnya direncanakan sebagai sebuah "Stasiun Angkasa Freedom" NASA dan dipromosikan oleh Presiden Reagan, dan kemudian diketahui terlalu mahal. Setelah berakhirnya Perang Dingin, proyek ini diadakan kembali sebagai proyek gabungan NASA dan Rosaviakosmos Russia. Pada 1 Desember 1987, NASA mengumumkan empat nama perusahaan AS yang akan diberikan kontrak untuk menolong membuat bagian buatan-AS dari Stasiun Angkasa: Boeing Aerospace, Astro-Space Division General Electric, McDonnell Douglas, dan Rocketdyne Division Rockwell.
Kosmonot Sergei Krikalev di dalam Zvezda Service Module, November 2000
ISS ternyata jauh lebih mahal dari perkiraan awal NASA dan jadwalnya sering terlambat. Pada 2003 stasiun ini masih belum bisa menempatkan tujuh awak seperti yang diperkirakan, dan oleh karena itu membatasi jumlah ilmiah yang dapat dilakukan dan membuat partner Eropa dalam proyek tersebut marah. Pada Juli 2004 NASA setuju untuk menyelesaikan stasiun ke tahap di mana stasiun ini akan dapat ditempati oleh 4 awak dan akan meluncurkan seksi tambahan seperti modul eksperimen Jepang. NASA akan melanjutkan menangani konstruksi dan Rusia akan terus meluncurkan dan mengganti awak stasiun.
Menurut konfigurasi pada 2003, stasiun ini memiliki massa 187,016 kg dan memiliki tempat hidup 425 m³. Ukurannya adalah panjang 73m, lebar 52m, dan tinggi 27,5 m. Operasi telah melibatkan 16 Space Shuttle Amerika dan 22 Russia. Penerbangan Rusia, 8 diantaranya berawak dan 14 tidak berawak. Konstruksi membutuhkan 51 jalan angkasa, 25 di antaranya menggunakan-shuttle dan 26 menggunakan-ISS. Jumlah waktu jalan angkasa di statsiun telah mencapai 318 jam, 37 menit.
Deskripsi
Stasiun luar angkasa internasional (Intenational space station - ISS) merupakan proyek gabungan 13 negara.Stasiun luar angkasa berukuran 100 x 80 x 40 meter, berbobot 450 ton, memiliki daya listrik 110.000 watt, dapat dihuni oleh 7 astronot dan dapat beroperasi selama 15 tahun.
Baru - baru ini satu tim astronot memasang laboratorium milik Jepang - yang dibangun dengan biaya $1 miliar - di Stasiun Angkasa Luar Angkasa Internasional (ISS)
Laboratorium Kibo yang memiliki berat 16 ton dibawa ke ISS oleh pesawat ulang-alik Discovery. Laboratorium itu akan menjadi ruangan terbesar di stasiun antariksa tersebut, yang akan digunakan untuk berbagai penelitian
Stasiun luar angkasa yang berada 400 km diatas permukaan bumi semua komponennya dirangkai satu persatu sehingga membentuk hampir sebesar lapangan sepakbola.
Stasiun luar angkasa ini berfungsi sebagai laboratorium angkasa luar untuk penelitian ilmu - ilmu biologi, material dan juga sebagai penempatan alat - alat sensor untuk memantau bumi kita.
Zero gravity yang ditawarkan angkasa luar sangat ideal untuk kegiatan industri farmasi, optis, dan industri mikroelektronika. Gaya berat di ruang angkasa sepersejuta kali gaya berat di bumi, memungkinkan untuk memisahkan unsur - unsur kimia yang sukar dipisahkan dibumi karena pengaruh gaya grafitasi. Selain itu berbagai produk farmasi dan obat - obatan dapat dibuat di stasiun luar angkasa iss ini. Diperkirakan biaya untuk industri farmasi sekitar US$ 27 milyar.
Selain itu, produk optik kualitas tinggi berbahan baku mineral kwarsa murni yang hanya bisa dibuat pada kondisi tanpa bobot dapat dibuat di stasiun luar angkasa internasional ini. Pangsa pasar diperkirakan US$ 10 milyar.
Menurut pihak DASA Aerospace - Jerman sekitar 500.000 manusia dibumi mampu dan mau membayar untuk berwisata di luar angkasa dengan biaya yang aduhai mahal untuk ukuran kantong orang Indonesia.
Stasiun luar angkasa internasional ini selain berfungsi sebagai laboratorium penelitian juga bermanfaat untuk bisnis yang nilainya sangat besar. Itu lebih baik daripada ruang angkasa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri militer semata.
Kehidupan para astronot atau antariksawan di luar
negeri seringkali berlangsung lama. Kehidupan di tempat tersebut jauh
berbeda dengan kehidupan normal di bumi. Makan, mandi, minum, buang air
besar, hiburan, internet dan kehidupan lainnya sangat unik. Agar dapat
hidup nyaman dengan waktu cukup lama, para ahli menyiapkan sarana alat
canggih dan khusus bagi kehidupan di luar angkasa.
Misi Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk program Mars500 sebentar
lagi bakal terwujud. Mulai 3 Juni nanti, enam orang dari berbagai negara
akan menjalani kehidupan di sebuah bilik di Planet Mars. Sampai
November 2011 nanti, enam astronot ini akan melakukan aktivitas
sehari-hari, seperti makan, tidur dan bekerja seperti biasa di sebuah
“bilik”. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui besarnya tekanan yang
dihadapi awak ketika mengikuti ekspedisi ruang angkasa. “Ini adalah misi
yang paling lama,” kata kepala eksperimen yang juga pejabat di Badan
Antariksa Eropa, Martin Zell.
Enam orang yang diutus untuk hidup di planet merah adalah tiga orang
warga negara Rusia, seorang warga Italia-Kolombia, seorang warga
Perancis, dan seorang warga Cina. Mereka nantinya akan dibagi menjadi
dua kelompok. Tiga orang di kelompok pertama akan meneliti permukaan
Mars, sementara tiga orang lainnya yang ada di kelompok kedua akan
mengamati benda-benda luar angkasa yang ada di sekitar Mars.Program Mars 500 ini membutuhkan waktu sekitar 250 hari perjalanan dari Bumi ke Mars. Adapun operasi di permukaan Mars hanya 30 hari ditambah perjalanan kembali ke Bumi. Menurut astronot dari Rusia, Sukhrob Kamolov, terdapat kendala bahasa di antara mereka karena belum dapat memahami logat masing-masing ketika berbicara dalam bahasa Inggris. Namun, Kamalov mengatakan, kendala itu akan diatasi dengan menggunakan bahasa isyarat agar dapat dimengerti satu sama lain. “Kami akan menggunakan bahasa tubuh,” kata Kamolov.
Selama 502 hari itu, mereka hanya dapat berkomunikasi dengan Bumi
menggunakan surat elektronik. Tentu saja, sambungannya terkadang
putus-nyambung. Kendati demikian, bisa terbang ke Mars tentunya sangat
membanggakan. Tak mudah untuk dapat terbang ke Mars karena dari 5.680
orang pendaftar, hanya enam orang yang dibutuhkan.
Para astronot ini tidak menyembunyikan kebahagiaan untuk dapat segera
sampai di sana. Astronot dari Cina, Wang Yue, mengatakan perjalanan ini
menjadi sejarah dalam kehidupan manusia. “Eksplorasi luar angkasa
adalah kerja yang sulit dan berat,” katanya. “Ini membutuhkan kerja sama
dunia internasional.” Pernyataan Yue tak lepas dari ambisi pemerintah
Cina untuk mengambil bagian dalam penelitian luar angkasa dengan
mengirimkan tim sendiri ke Mars suatu saat nanti. Astronot dari
Perancis, Romain Charles mengatakan sangat bangga dapat mengikuti misi
ini. “Saya berharap cucu saya nanti juga dapat pergi ke Mars dan saya
akan mengatakan padanya, “Saya juga dulu pernah ke Mars”.”
Kehidupan di Stasiun Angkasa
Sebuah stasiun ruang angkasa, memiliki sebuah sistem yang sangat komplek dengan subsistem yang saling terkait Struktur,
Listrik,Thermal kendali, Sikap tekad dan kontrol, Orbital navigasi dan
tenaga penggerak, Otomasi dan robotika, Komputasi dan komunikasi,
Dukungan lingkungan dan kehidupan, Fasilitas untuk kru, dan transportasi
kargo (barang/suplai). Hidup di stasiun ruang angkasa memiliki
banyak hambatan dan adaptasi terutama bagi mereka yang di haruskan
‘menetap’ disana dalam waktu panjang, hal hal itu seperti masalah daur
ulang sampah, tingkat radiasi yang tinggi, dan juga menghadapi gravitasi
rendah. Hal hal tersebut tentu bisa menyebabkan efek gangguan kesehatan
dan seperti yang kita ketahui bersama dalam kasus solar flare, semua
kehidupan saat ini dilindungi oleh medan magnet bumi, dan berada di
bawah sabuk Van Allen, so kesimpulan nya bekerja di
atas sana tentu memiliki resiko tersendiri dan hanya orang orang dengan
stamina tinggi lah bisa berangkat ke atas sana.
Untuk kedepan nya, masalah masalah tersebut diatas akan segera
diatasi dengan serangkaian penelitian tentang ketahanan hidup manusia di
antariksa, yang mana hasil penelitian tersebut di harapkan bisa membawa
para pekerja dalam jumlah banyak dan bisa bekerja dalam jangka waktu
yang lebih panjang dari sekarang. Kelak konsep yang ada akan berupa
sebuah ‘kota kecil berupa ruang ruang hidup’ di atas, namun
sayangnya hingga saat ini, hal itu masih berupa konsep yang masih sulit
di terapkan mengingat ongkos peluncuran yang mahal serta kemauan politik
negara yang bertindak sebagai operator stasiun ruang angkasa tersebut (
dalam hal ini ada dua raksasa negara yang berkuasa di atas sana, Amerika dan Russia). Bisa dibayangkan untuk sebuah Stasiun kecil saja memerlukan budjet yang sangat sangat besar.
ISS atau International Space Station,
adalah sebuah program antariksa dari beberapa negara besar yang akan
melakukan usaha bersama di angkasa. Negara negara tersebut antara lain Amerika
Serikat, Rusia, Kanada, Jepang, Brasil, Belgia, Britania Raya, denmark,
Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol , Swedia, dan Swiss.
Karena ISS adalah akan berwujud sebuah stasiun besar, maka perakitan
nya sendiri di lakukan diatas mengingat komponen komponen sistem ISS tersebut sangat besar dan berat, hanya dengan bantuan Microgravity
(A very low gravity environment, which causes people and objects to be
practically weightless) lah semua komponen (70 komponen) bisa dirakit
menjadi satu bagian ISS dalam waktu enam tahun. Beberapa nama Stasiun Angkasa yang ada antara lain: DOS 2, Salyut, Cosmos, Mir, Skylab, Mir 2/Polyus, dan selanjutnya kelak adalah ISS.
Makanan Di Luar Angkasa
Makanan
makanan itu ternyata diciptakan dan diproduksi untuk para astronot dan
kosmonot di Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh perusahaan induk
yang bernama SPACEHAB / Johnson Engineering, dan
berbentuk dalam kemasan bersegel siap makan (jadi gak perlu lagi untuk
memasak nya). Mengenai Gizi? masalah gizi gak perlu khawatir, yang jelas
makanan ini sudah memenuhi standart makanan khusus para pekerja di
gravitasi rendah. so pasti sehat! dan yang lucu, bahkan es krim khusus
astronot pun ada. Untuk minuman nya, berhubung di atas sana sulit untuk
mendapatkan air, maka pemecahan nya adalah dengan melakukan purifikasi
terhadap air urine yang ada untuk di daur ulang menjadi air layak minum,
dan mengenai rasanya menurut beberapa Astronot memiliki rasa yodium
yang tajam, memang tidak ada pilihan lain untuk bisa terus eksis di
angkasa luar sana mengingat keterbatasan Makanan dan Minuman
Bentuk makanan bersegel untuk konsumsi astronot dan juga es krim
khusus astronot (gambar atas samping). Astronaut pertama China, Yang
Liwei (44), baru-baru ini meluncurkan otobiografi yang berjudul The Nine
Levels between Heaven and Earth. Salah satu rahasia misi yang ia
ungkapkan: ketahanannya di orbit Bumi adalah dengan mengonsumsi daging
anjing! “Banyak teman yang menanyakan apa yang kami makan (saat di luar
angkasa), mereka menduga kami memakan sesuatu yang mahal, seperti sirip
hiu,” ujar komandan Misi Shenzhou V pada 2003 itu, seperti diberitakan telegraph.co.uk, Kamis (13/5).
Padahal, kisah Yang dalam bukunya, daftar menu mereka “biasa” saja,
antara lain ayam dan ikan. Satu-satunya yang istimewa adalah daging
anjing yang diperoleh khusus dari kota Huajiang, Provinsi Guangdong.
Anjing asal kota itu, kata Yang, terkenal dengan nutrisinya. “Memakan
daging anjing membuat kami kuat melintasi orbit.” Memang, daging anjing
merupakan konsumsi umum di wilayah utara China, yang dipercaya berguna
untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin. Menu yang sama juga
digunakan tahun lalu, saat astronaut China melakukan misi berjalan di
pesawat luar angkasa untuk pertama kalinya bagi negara itu.
Pakaian Sehari-hari
Dalam kabin, ruangan dijaga agar tetap bertekanan 1
Atmosfer, suhu dan kelembabapan. Oleh karena itu, para astronot tidak
memerlukan pakaian khusus kecuali pakaian warna oranye yang dipakai
ketika peluncuran dan saat kembali ke bumi. Para astronot mengenakan
pakaian yang sama dengan kita di bumi.Para
astronot tidak bisa mencuci pakaiannya di luar angkasa. Jadi, mereka
membawa beberapa pakaian dalam supaya bisa diganti setiap hari. Mereka
juga membawa pakaian dan celana dari bahan katun.Saat
astronot mengerjakan tugasnya di luar angkasa, mereka mengenakan
pakaian khusus luar angkasa. Pakaian luar angkasa ini adalah pakaian
yang sangat kuat dengan berbagai macam fungsi yang telah didesain untuk
melindungi mereka dari lingkungan yang berbahaya bagi kehidupan mereka,
seperti radiasi dan keadaan vakum.
Mengelola Sampah
Di Stasiun luar angkasa tentu ruangan akan menjadi kotor dan banyak
sampah setelah makan. Di sela-sela tugas mereka, para astronot
membersihkan tempat makan, mengganti penyaring udara ruangan,
mengumpulkan sampah, serta membersihkan dinding dan lantai. Mereka
menggunakan deterjen cair, sarung tangan plastik, serbet pembersih
serbaguna, dan vacuum cleaner untuk membersihkan ruangan.Untuk
membersihkan ruangan, mereka menyemprotkan deterjen, mengelap dengan
serbet pembersih, dan menyedot debu-debu. Pada saat menggunakan
deterjen, mereka menggunakan sarung tangan. Sampah yang dikumpulkan dan
sarung tangan yang terpakai akan dibawa kembali ke bumi
Toilet Luar Angkasa
Di dalam pesawat luar angkasa tidak ada bak mandi atau shower, tapi
ada toilet. Toiletnya seluas 1 x 1 meter. Laki-laki dan perempuan
menggunakan toilet yang sama. Toiletnya mirip seperti toilet orang barat
yang kita gunakan di bumi. Meskipun demikian, ada sedikit perbedaan.
Para astronot mengikatkan tubuh mereka di toilet sehingga mereka tidak
melayang. Kemudian mereka menggunakan alat seperti vacuum-cleaner untuk
menyedot sampah buangan. Sampah buangan ini kemudian dikeringkan dalam
vacuum.Toilet tidak dipisahkan oleh pintu, melainkan hanya korden. Jadi,
kalian bisa bayangkan suara dari dalam toilet pasti terdengar dari
luar. Meskipun begitu, di dalam pesawat luar angkasa sangat bising.
Suara dari kipas angin, motor, dan alat-alat bising lainnya terlalu
berisik saat toilet digunakan, sehingga suara dari dalam toilet tidak
akan terdengar dari luar. Agar dapat duduk dengan pas di penyedot toilet
yang hanya berukuran 10 cm, para astronot menggunakan peralatan
pelatihan yang dilengkapi dengan kamera.
Selain membuat terobosan dengan membuat stasiun luar angkasa,
lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil menciptakan alat
senilai 250 juta dolar AS guna mendaur ulang air seni astronotnya
menjadi layak minum. Cape Canaveral, Florida (ANTARA News | Finroll) –
“Kita telah banyak mengkaji kandungan kemih cukup dari yang dibutuhkan
dan diinginkan,” kata David Korth, direktur penerbangan NASA, layaknya
dilaporkan Irene Krotz dari Reuters.
Proyek stasiun angkasa itu senilai 100 miliar dolar AS yang
melibatkan 16 bangsa. Stasiun itu dibangun 220 mil di luar angkasa
selama lebih dari satu dekade. Sebelum daur ulang itu dimulai November
2008, NASA telah sukses terlebih dahulu mengujinya. “Orang-orang memilki
pengetahuan luas akan kandungan air seni, tetapi ilmu kimia mengubahnya
sebagai karya yang terkadang profesor sendiri tidak selalu mengerti.
Ada banyak parameter dalam kandungan kalsium di air kencing dan pH
(kadar asam),” kata ilmuwan Julie Robinson. Sementara itu, para insinyur
pusat penerbangan angkasa Marshall di Huntsville, Alabama, berharap
perbaikan pesawat ulang alik Endeavour tepat waktu sesuai jadwal
peluncuran pada 7 Februari 2010 guna mengemban misi pembangunan stasiun
angkasa
Toilet Macet
Para astronot yang menghuni Stasiun Antariksa Internasional, kini
harus menghadapi antrian panjang untuk ke kamar mandi, karena toilet
utamanya macet. Antrian ke kamar kecil dan kamar mandi terjadi, terutama
pada saat jam istirahat. Macetnya toilet utama itu, karena saat ini
Stasiun Antariksa Internasional dihuni oleh 13 astronot, rekor tertinggi
jumlah penghuni di dalam stasiun antariksa tersebut. Di stasiun
antariksa, para astronot itu, sejak Ahad (19/7) tengah memasang pallet
peralatan dengan sepasang lengan robot.
Akibat macetnya toilet utama, astronot berebutan untuk menggunakan
toilet cadangan di bagian Rusia di stasiun antariksa itu dan di pesawat
ulang-alik Endeavour, yang datang berkunjung. “Pasang tanda `tak bisa
dipakai` di WHC (kompartemen kesehatan dan buangan),” kata Pemantau Misi
Hal Getselman, dilakukan setelah upaya tanpa hasil untuk melakukan
perbaikan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Inggris, Reuters.Kamar kecil tersebut, yang dihubungkan dengan sistem daur-ulang air limbah di stasiun itu, telah menjadi kamar mandi utama semua awak. NASA membatasi penggunaan toilet pesawat ulang-alik karena itu dapat menimbun air limbah di dalam pesawat, seperti yang terjadi selama penerbangan. Sampah air limbah dapat mencemarkan peron yang baru dipasang di stasiun tersebut bagi percobaan ilmiah.
Instalasi mirip serambi tersebut dipasang di luar laboratorium Jepang, Kibo, di stasiun itu selama astronot melakukan jalan di udara, Sabtu. “Untuk saat ini, jika semua (anggota awak pesawat ulang-alik) menggunakan toilet pesawat, itu akan menjadi masalah,” kata Direktur Penerbangan Brian Smith. Jika toilet tersebut tak dapat diperbaiki dalam waktu enam hari, itu dapat menjadi masalah yang lebih serius, tambah Smith. “Kami belum tahu besarnya masalah,” katanya.
Busa tangki bahan bakar
Belum ada percobaan di atas peron baru tersebut. Semua itu akan dilakukan belakangan selama keberadaan Endeavour, yang direncanakan selama 11 hari. Anggota awak pada Ahad memindahkan satu pallet suku-cadang ke stasiun tersebut, dengan menggunakan lengan robot di pesawat ulang-alik dan stasiun itu. NASA juga memiliki rencana pada Ahad untuk menguji busa di tangki bahan bakar luar yang diperuntukkan bagi peluncuran pesawat ulang-alik Discovery bulan Agustus ke stasiun antariksa itu. NASA memiliki tujuh misi setelah misi Endeavour guna menuntaskan pembuatan pos terdepan orbit dengan nilai 100 miliar dolar AS dan memensiunkan armada ulang-alik tersebut. Tangki Endeavour menyimpan sangat banyak busa penyekat dengan cara yang tak pernah terlihat selama peluncuran pesawat ulang-alik sebelumnya.
NASA merancang-ulang tangki itu dan melakukan pemeriksaan setelah kehilangan pesawat ulang-alik Columbia pada 2003 akibat dampak puing buih selama peluncuran. Kerusakan yang timbul pada penahan panas mengakibatkan pesawat ulang-alik tersebut pecah berantakan saat kembali memasuki atmosfir untuk mendarat. Semua tujuh astronot di dalamnya tewas dalam kecelakaan tersebut.
Manajer program pesawat ulang-alik John Shanno mengatakan kepada Reuters potongan busa yang hilang dari tangki Endeavour sedikit dibandingkan dengan sebanyak 1 kilogram yang menubruk sayap Columbia. Tangki Endeavour juga diduga telah melepaskan kebanyakan puingnya belakangan selama naik, ketika kekuatan aerodinamika terlalu lemah untuk menghempaskan buih itu ke dalam pesawat dan mengakibatkan kerusakan.”Kelihatannya buih ini, dan caranya keluar, takkan menjadi masalah. Kamis masih melakukan pemasangan ulang,” kata Shanno dalam satu surat elektronik. Sebelum Discovery diizinkan diluncurkan, NASA perlu memastikan lembaga tersebut memahami mengapa tangki Endeavour mengucurkan buih dan yakin bahwa peristiwa serupa takkan terjadi lebih cepat selama pesawat tersebut naik dan tak menimbulkan bahaya
Kesehatan Astronot
Setiap
astronot di pesawat luar angkasa memiliki tugas khusus. Masing-masing
telah dibekali pelatihan yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas
tersebut. Untuk pertolongan kesehatan, Tim Bagian Kesehatan adalah
kelompok yang diberikan tugas tersebut. Tim Bagian Kesehatan telah
dilatih tidak hanya untuk memberikan pertolongan pertama, tapi juga
untuk memberikan pertolongan medis seperti menjahit luka dan memberi
injeksi. Semua astronot telah dilatih untuk memberikan pertolongan pada
orang yang terkena serangan jantung. Banyak peralatan kedokteran dan
obat-obatan di dalam kotak medis pesawat luar angkasa. Perlengkapan ini
dibutuhkan untuk mengobati luka ringan dan cedera selama penerbangan
pesawat. Perlengkapan ini juga berguna dalam menstabilkan kondisi
astronot saat terbang kembali ke bumi.
Hiburan Astronot dan Internet
Para astronot diperbolehkan membawa barang-barang mereka sendiri.
Mereka dapat menghabiskan waktu luang mereka dengan membaca buku favorit
mereka, mendengarkan musik, dll. Karena bumi dan bintang-bintang
terlihat indah dari jendela pesawat luar angkasa, mereka juga sering
memandangi jendela dan mengambil foto.Di
Stasiun Luar Angkasa Internasional, mereka dapat menonton film dari
DVD, dan sekali seminggu mereka dapat berbicara dengan keluarga mereka
di bumi. Selain itu para astronot juga sekarang bisa ber internetan
layaknya kita yang ada di bumi !
Bahkan mewabahnya situs jejaring seperti Facebook atau Twitter
sudah menjangkit sebagian besar manusia di dunia, juga bukan halangan
bagi para astronot. Dengan teknologi sangat tinggi, untuk pertama
kalinya, astronaut di luar angkasa akhirnya bisa mengakses internet.
Timotius (TJ) Creamer, awak Stasiun Luar Angkasa Internasional, telah
bekerja dengan pengendali penerbangan untuk membangun akses internet
dari pos orbit sejak peluncuran pada bulan lalu. Tidak sia-sia, pada
Jumat (22/1), usaha tersebut terbayar. Ia berhasil mengirim posting pertama lewat Twitter dari luar angkasa. “Halo Twitterverse! Kami kini langsung tweeting dari International Space Station. Pertama kalinya tweet dari angkasa! Peristiwa itu diharapkan mampu memberikan dorongan moral yang besar. “Mereka berkomitmen untuk menghabiskan berbulan-bulan untuk jauh dari keluarga dan teman-teman. Ini keadaan unik dari isolasi,” kata juru bicara NASA Kelly Humphries. “Kami berharap hal itu dapat meningkatkan semangat kerja dan produktivitas,” ujarnya. Namun, itu bukan berarti astronaut akan bisa bebas berinternet. Mereka akan tetap tunduk pada pedoman akses internet yang sama seperti pegawai pemerintah lainnya, yaitu tidak mengganggu pekerjaan. “Itu tergantung individu,” kata Humphries sambil tertawa kecil. “Jadi, mereka akan mengerjakan pekerjaan mereka terlebih dahulu,” ujarnya.
Para astronot NASA yang kini sedang mengemudikan pesawat ISSS sudah menerima software khusus untuk dapat menginformasikan update
keadaannya melalui koneksi nirkabel yang dapat mengakses internet. Oleh
sebab itu mereka pun dapat turut meramaikan jejaring sosial ternama
tersebut, seperti yang dilakukan salah satu astronot bernama T.J Creamer
dimana ia menggunakan akses pertama ini untuk memposting tweet pada
akun Twitter-nya melalui stasiun luar angkasa.
Akses internet pribadi yang disebut Crew Support LAN ini
memfasilitasi komunikasi dari dan ke stasiun sehingga para astronot
dapat browsing dan menggunakan internet. Sistem ini pada
dasarnya secara langsung memberikan komunikasi pribadi bagi mereka.
Sebelumnya pun sejak periode dimana stasiun secara aktif berkomunikasi
dengan bumi menggunakan komunikasi Ku-band berkecepatan tinggi, para
astronot dapat memiliki akses jarak jauh ke internet melalui komputer.
Para astronot tersebut menggunakan notebook dan berinteraksi menggunakan keyboard touchpad mereka.Sebelum mengirimkan pesan pada Twitter, astronot terlebih dahulu harus mengirimkan email ke bumi dimana terdapat dukungan akses pribadi mereka ke akun Twitter masing-masing. Tentu saja hal ini akan sangat menarik, karena dengan pemanfaataan teknologi secara tepat, kita bisa saling berkomunikasi sekalipun sedang berada di ruang angkasa.
Virus Komputer
Ternyata virus komputer tak hanya ditemui di bumi tapi sudah melanglang ke luar angkasa. Badan antariksa Amerika NASA baru saja mengkonfirmasikan bahwa virus komputer sudah merasuki sejumlah komputer di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Virus jenis ‘worm’ itu ditemukan pada beberapa komputer laptop yang digunakan para astronaut untuk mengirim dan menerima email dari ISS dengan merelay lewat pusat pengendali misi luar angkasa di Texas, kata juru bicara NASA Kelly Humphries.
Virus itu dilaporkan sebagai malicious software yang dapat mencuri password atau data sensitif lainnya dengan mengirimkan informasi yang didapat itu kepada para hacker via Internet. Komputer-komputer laptop yang terserang virus itu sebenarnya tidak terhubung ke sistem pusat pengendali misi luar angkasa NASA atau Internet. “Para kru tengah bekerjasama dengan tim di bumi untuk membasmi virus itu dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kejadian seperti ini di masa mendatang,” kata Humphries.
Ia menegaskan bahwa virus itu belum mengganggu operasional di ISS. ISS mengorbit bumi sekali setiap 90 menit di ketinggian sekitar 350 kilometer (217 mil). NASA saat ini masih menyelidiki bagaimana virus itu masuk ke computer apakah bersembunyi di memory drive yang digunakan untuk menyimpan musik, video atau file digital lainnya. Menurut Humphries, ini bukan kejadian pertama kalinya virus komputer ikut parkir di ISS
Gunakan Robot Astronot

Sejak pertama Neil Amstrong menjejaki bulan, sampai saat ini ekspedisi yang dilakukan di bulan masih saja terus berlangsung. Mengamati setiap tanda-tanda kehidupan dan masih banyak hal yang belum terjawab dari berbagai pertanyaan di benak para ilmuan, membuat para astronot pun terus-menerus menjelajahi luar angkasa demi menemukan jawaban dan jawaban tersebut.
Sayangnya manusia tentu saja punya keterbatasan dimana kehidupan manusia normal di bumi masih butuh makan, udara dan lain sebagainya. Begitu juga dengan yang dialami astronot, punya keterbatasan yang menyebabkan tak selamanya para astronot tersebut bisa berada berlama-lama di luar angkasa tanpa kembali. Solusi yang bisa diberikan adalah dengan bantuan robot, namun ini masih saja terus menjadi eksperimen dimana pembuatannya pun tentu tak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama pula. Salah satu yang kini sedang bereksperimen dengan robot untuk bisa menjelajahi bulan adalah perusahaan ternama Toyota yang mana telah sempat mempresentasikan proyeknya dengan judul ‘Realization of Moon Exploration Using Advanced Robots by 2020′.
Rencana penggunaan robot ini memang diusahakan dengan perencanaan cukup matang dan jauh-jauh hari sekali karena selain membutuhkan dana yang cukup besar tentu perlu perhitungan dan rancangan benar-benar detail. Rencananya robot partner Toyota ini dirancang untuk dapat memasang sendiri pengisi dayanya, melakukan lompatan mekanis dan melakukan serangkaian kegiatan ekplorasi seperti halnya yang dilakukan oleh para astronot. Robot ini juga didesain cukup kuat untuk dapat cocok dengan suhu bulan sehingga tidak rusak ketika melakukan aktivitasnya di bulan. Tentu ini akan menjadi eksperimen panjang dan cukup mendalam nantinya. Tapi semoga saja proyek robot ini bisa berhasil sehingga ilmu astronomi di dunia bisa bertambah dan lebih berguna nantinya.
Bekerja sebagai astronot di ruang angkasa tidaklah mudah. Lingkungan yang jauh berbeda kadang menyulitkan mereka untuk bisa beradaptasi. Mungkin akan sangat membantu sekali kalau para astronot memiliki asisten yang dapat bekerja keras tapi asisten selain dari manusia yaitu robot. Rabonout Dari NASA
Para ahli di badan antariksa Amerika, kini tengah bekerjasama dengan para ilmuwan dari General Motors, mengumumkan pengembangan Robonauts, robot penolong yang sangat cocok membantu para astronot yang bekerja di stasiun luar angkasa. Prototipe robot baru ini cocok untuk berbagai tugas berat, yang masih sulit untuk dilakukan oleh manusia. Robot ini dapat menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dan rumit di ruang angkasa, seperti memperbaiki teleskop, atau membuat perbaikan di International Space Station (ISS). Mesin-mesin itu dirancang khusus sehingga mereka dapat melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan keterampilan dan kekuatan.Robonaut 2 adalah versi baru dan lebih baik dari generasi pertamanya. Robot ini dikembangkan oleh NASA dan US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) lebih dari satu dekade yang lalu. Tapi versi terbaru jauh lebih kuat, lebih tepat, dan jauh lebih terampil daripada model sebelumnya. Ron Diftler mengungkapkan bahwa insinyur dari Houston, Texas-based Oceaneering Space Systems juga terlibat dalam pekerjaan ini.Salah satu hal yang benar-benar menonjol mengenai mesin-mesin baru adalah kenyataan bahwa mereka memiliki empat sendi ibu jari, prototipe yang dulu cuma memiliki tiga jari saja, yang berarti bahwa prototipe baru dapat lebih terampil dan tepat dalam bekerja. “Ibu jari jelas berperan penting, membuat kita menjadi spesies dominan di planet ini. Selain itu lebih fleksibel jika menggunakan sarung tangan di ruang angkasa.” kata ilmuwan NASA. Selain itu, juga dapat mengangkat beban yang melebihi dari 10 kilogram serta bergerak pada kecepatan 4,5 mil per jam.“Kami memasukkan lebih banyak sensor baik pada lengan dan jaringannya, sehingga jika terjadi kontak dengan astronot secara tak terduga, bisa dihentikan pada saat yang sama,” kata Diftler. Dia menambahkan bahwa hal ini dilakukan dalam rangka untuk membuat robot aman untuk interaksi dengan manusia. Mesin itu juga dilapisi kain lembut, yang tujuan utamanya adalah untuk bantalan dan untuk mencegah rusaknya kostum ruang angkasa. Beberapa misi utama yang R2 akan perlu lakukan adalah untuk dapat mengubah selimut termal pada objek di ruang angkasa dan juga membawa alat-alat di sekitarnya. Pada titik ini, tugas-tugas ini sangat rumit untuk dilakukan para astronot serta menghabiskan waktu yang cukup lama.
Robot Astronot Jepang
Sebagai negara yang menyanjung tinggi budaya, Jepang juga dikenal sebagai negara yang mengedepankan teknologi robotnya. Nah, Anda masih ingat mungkin beberapa tahun lalu, tahun 2006, dimana negara tirai bambu tersebut pernah mengatakan untuk menempatkan robot-robotnya di bulan.
Sepertinya hal itu masih menjadi keinginan besar untuk diwujudkan. Suatu badan bernama Strategic Headquarters for Space Development di Jepang, mengatakan bahwa mereka berharap akan dapat membuat robot berbentuk manusia (memiliki dua kaki) melintasi permukaan satelit di tahun 2020. Tentunya ini diharapkan dapat membantu kinerja para astronot nantinya.

Ballpoint Khusus DuiLuar Angkasa

Space (juga dikenal sebagai Zero Gravity Pen), dipasarkan oleh Fisher Space Pen Company, merupakan sebuah pena yang menggunakan tinta kartrid bertekanan dan diklaim untuk menulis di gravitasi nol, terbalik, dalam air, di atas kertas basah dan berminyak, pada setiap sudut, dan di rentang suhu ekstrim.
The Fisher Space Pen diciptakan oleh pengusaha Amerika dan pena produsen Paul C. Fisher dan diproduksi di Boulder City, Nevada, Amerika Serikat. Paul C. Fisher pertama dipatenkan AG7 “anti gravitasi” pena pada tahun 1965.
Model :
Ada dua bentuk dari pena: AG7 “Astronaut Pen”, sebuah pena ditarik panjang dan tipis berbentuk seperti ballpoint biasa, dan pena “Bullet” yang non-retractable, lebih pendek dari ballpoints standar saat ditutup, tapi fullsize ketika tutup yang diposting di bagian belakang untuk menulis.
Beberapa model Fisher Space Pena (Salah satunya adalah the “Millennium”) yang diklaim dapat menulis untuk seumur hidup atau sepanjang 30,7 mil (sekitar 48,15 kilometer).Hari ini i-dus.com bertemakan tentang” Pen khusus buat NULIS di LUAR ANGKASA!!.
Bullet Pen

Standard Pen
Isi ulang standar Space Pen juga dapat digunakan dalam semua pena seperti Pen Parker ballpoint, dengan menggunakan adaptor plastik kecil yang disertakan dengan setiap isi ulang. Fisher juga membuat isi ulang Space Pen-tipe yang sesuai pena Cross, salah satu yang sesuai dengan gaya tahun 1950-pena PaperMate (atau pena yang menggunakan jenis isi ulang), dan “universal” isi ulang yang sesuai dengan beberapa pena bolpoin lainnya.
Teknologi :
Terbuat dari tungsten carbide dan tepat dipasang untuk mencegah kebocoran. Sebuah float geser memisahkan tinta dari gas bertekanan. Tinta thixotropic dalam kedap udara dan bertekanan reservoir diklaim menulis untuk tiga kali lebih lama dari bolpoin standar. Pena bisa menulis di ketinggian 12.500 sampai dengan kaki (3.810 m). tinta ini dipaksa keluar oleh kompresi udara pada tekanan hampir 35 pound per square inch (240 kPa). Operasi suhu berkisar dari -30 hingga 250 derajat Fahrenheit (-35 hingga 120 derajat Celsius). Pena memiliki umur simpan diperkirakan 100 tahun.
Space Pen digunakan dalam U.S. and Russian space programs seperti misi Apollo 11
Biodata penulis :
Nama : Daniel Agusto Jonathan Silalahi











